Menggunakan TLDrop untuk Mencari Expired Domain Berkualitas

Di SEO 1203 views

Expired domain adalah domain yang sebelumnya pernah didaftarkan namun tidak di perbaharui setelah masa kontrak berakhir.

Secara teknis, setiap web server membutuhkan Domain Name System (DNS) untuk menterjemahkan nama domain menjadi IP Address.

DNS tidak bisa membuat koneksi menuju IP address dari domain yang telah kadaluarsa, namun kita bisa menggunakan ulang nama domain dengan cara mengarahkanya ke alamat IP baru.

 

Tahapan yang Dilalui Expired Domain

Setiap hari ratusan bahkan ribuan domain kadaluarsa dengan alasan yang berbeda-beda. Bisa karena si pemilik lupa untuk memperpanjang, atau memang proyek sengaja dihentikan. Lalu bagaimana keadaan domain setelah expired?


1. Renewal Grace Period

Ini adalah tahap pertama ketika masa kontrak telah habis. Pada tahap ini expired domain biasanya diparkir oleh registrar. Pemilik domain bisa melakukan perpanjangan dengan harga normal paling lambat 30-45 hari.

 

2. Redemption Grace Period

Apabila tahap pertama sudah berakhir, domain masih bisa diperpanjang dengan masa tenggang 30 hari, namun dengan biaya yang lebih mahal.

Kenapa lebih mahal? Well, pada tahap ini registrar berhak melelang domain tersebut. Apabila pemilik ingin memperpanjang tentu harus mengikuti harga lelang yang beragam tergantung kualitas domain.

Masa lelang pada tahapan ini biasanya mencapai 7 hari.

 

3. Pending Delete

Domain yang tidak terjual pada masa pelelangan akan segera dihapus dari registry. Pada masa ini pemiliki asli tidak bisa memperpanjang lagi. Pending delete berlangsung hingga 5 hari, setelah itu domain bisa didaftarkan seperti biasanya (status domain menjadi available).

 

Manfaat Domain yang Expired

Para internet marketer yang masuk ke dalam dunia Search Engine Optimization (SEO), mencari expired domain bukan lagi aktifitas baru. Singkatnya, kita bisa meranking situs lebih cepat karena authority yang tertanam pada domain.

Ada beragam cara mendaur ulang domain yang telah kadaluarsa, yang paling populer adalah menjadikanya sebagai Private Blog Network (PBN) untuk menaikkan posisi situs utama pada search engine.

Atau jika Anda ingin meningkatkan link juice, expired domain bisa digunakan untuk membuat pengalihan URL secara permanen (biasa dikenal dengan teknik 301 redirects, resiko tanggung sendiri).

Yang terakhir, moneysite.. History yang ada pada domain tersebut adalah salah satu alasan kenapa expired domain menjadi jalan pintas untuk membangun moneysite. By the way, karena skill SEO saya pas-pasan, inilah yang sering saya lakukan.

 

Menentukan Spesifikasi Domain Expired

Sebelum mencari expired domain, ada beberapa poin yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan kualitas – layak atau tidaknya expired domain yang akan kita pakai.

Kriteria dibawah ini adalah yang sering saya gunakan, jadi bukanlah hal yang mutlak untuk diikuti ^_^

 

Kriteria Utama


1. Umur domain minimal 2 tahun

Alasanya sederhana, jarang sekali ada expired domain yang memiliki authority bagus berumur kurang dari 2 tahun. Untuk mengetahui sebuah umur domain, saya lebih prefer menggunakan Wayback Machine daripada Whois.

Mengapa? Sebab Whois menggunakan tanggal registrasi, bukan saat pertama kali website dibuat. Itulah mengapa dalam TLDrop kami menggunakan data dari Wayback untuk menampilkan umur domain.

 

2. Nama domain

Yang ini sebenarnya lebih kepada selera masing-masing. Hanya saja, lebih baik memperhatikan branding daripada Keyword On Domain (KOD). Ini cuitan jadul mister Matt..

 


Alasan yang lain, domain dengan frase kata kunci biasanya bekas pemain SEO juga. Jadi bukan tidak mungkin domain tersebut dibiarkan dropped karena pernah kena penalty dari search engine.

Contoh KOD: buycheapiphone.com, lossweightinoneweek.net, freenulledthemes.me, etc..

 

3. Backlink bersih

Usahakan link bersumber dari website yang memiliki authority bagus. Untuk jenisnya saya pribadi sering menitikberatkan pada contextual (tautan didalam konten), bukan backlink yang menempel pada setiap halaman seperti blogroll, di header, atau footer.

Dan yang terpenting adalah, jangan mudah tergiur dengan jumlah backlink. Perhatikan baik-baik total backlink dan total domain yang memberi backlink (referring domains).

Logikanya, sangat tidak wajar ketika sebuah domain memiliki 300 backlink (apalagi nofollow) dari IP yang sama.

 

4. Domain terindex di Google

Untuk dropped domain memang agak sedikit susah membedakan apakah domain terindex atau deindex, karena ketika domain tersebut dihapus dari registry indexnya kembali ke 0.

Namun tidak semuanya, percayalah. Beberapa dropped domain menyisakan index pada mesin pencari walaupun hanya satu atau 2 halaman.

Untuk mengetahui jumlah index pada Google atau Bing secara manual, Anda tinggal melakukan pencarian menggunakan query seperti ini; site:expireddomain.com.

 

Kriteria Optional


1. Domain Authority dan Page Authority

Adalah metrik besutan MOZ yang biasa disebut DA/PA. Domain Authority dan Page Authority memiliki skala 0-100 dimana semakin tinggi nilainya maka semakin baik.

Evaluasi ditempuh dengan cara melakukan kalkulasi terhadap jumlah tautan yang masuk, sayangnya faktor kualitas tidak diperhitungkan sehingga mudah dimanipulasi.

Meskipun demikian, metrik ini masih menjadi salah satu parameter favorit. Biasanya untuk menentukan kelayakan, sebuah expired domain paling tidak harus memiliki DA/PA diatas 20.

 

2. Trust Flow dan Citation Flow

Yang ini dikembangkan oleh Majestic, biasa disebut TF/CF. Skalanya sama seperti DA/PA, yaitu 0-100 dimana semakin tinggi semakin baik.

Yang membedakan adalah, Trust Flow tidak sekedar menghitung jumlah link namun juga memperhatikan kualitas link yang masuk.

Nilai pada Trust Flow mengacu pada kualitas website yang memberi backlink, sedangkan Citation Flow adalah evaluasi dari jumlah mention yang diterima walaupun tidak ada link yang mengarah pada domain.

Dengan kedua nilai ini kita bisa mengetahui seberapa besar kekuatan sebuah domain. Sebagai tolok ukur, paling tidak sebuah domain memiliki nilai Trust Flow 10.

Mengingat Citation Flow dievaluasi berdasarkan jumlah mention, beberapa praktisi SEO punya rule dimana nilai Citation Flow harus tidak lebih 2x lipat dari nilai Trust Flow. Paramater ini berfungsi agar kita tidak terjebak domain bekas spam.

 

Mencari Aged Domain

Pertama, kita menentukan aged domain yang memiliki metrik bagus.

Tunggu.. kenapa harus aged domain?

Sebenarnya tidak harus, ini hanya varian strategi dalam mencari expired domain. Anda juga bisa menggunakan situs lain yang memiliki authority bagus sehingga lebih fleksibel memilih niche yang tepat.

Intinya, untuk kali ini kita ambil backlink profile yang mengarah ke aged domain tersebut dan menjadikanya sebagai start URLs pada TLDrop.

Untuk itu kita membutuhkan servis dari expireddomain.net, karena selain memiliki fitur filter TF/CF, servis tersebut gratis.. Apabila Anda belum memiliki akun, silahkan register terlebih dahulu.


1. Login dan masuk ke halaman utama expireddomain.net. Pada bagian atas klik menu Marketplace, selanjutnya untuk kategori bisa kita sesuaikan dengan keinginan. Saya memilih menu GD Expired.

Godaddy expired domain marketplace

 

2. Klik link Show Filter → pilih tab Majestic. Isi field Trust Flow dan Citation Flow seperti gambar dibawah ini (optional: nilai bisa Anda variasikan sendiri). Kemudian klik Apply Filter.

Filter Majestic di expireddomains.net

 

3. Baik, sampai disini kita sudah mendapatkan list aged domain yang sesuai dengan kriteria. Tugas kita tinggal memilih aged domain yang ingin dicari backlink profilenya.

Saya urutkan berdasarkan kolom Domain Pop (DP), karena angka ini menunjukkan jumlah domain unik yang memberi backlink. Dan hasilnya seperti ini.

Mengurutkan data berdasarkan kolom domain pop

 

4. Dari beberapa list diatas, sebenarnya bisa kita gunakan semua. Namun hanya sebagai contoh, saya memilih ScribeFire.com untuk dicari backlink profilenya.

 

Menentukan Start URLs

Untuk menemukan backlink profile dari aged domain yang telah kita dapatkan, saya menggunakan Majestic. Sebagai alternatif yang lebih hemat, Anda bisa menggunakan Link Explorer dari MOZ untuk mendapatkan list backlinks atau versi trialnya si Ahrefs.


1. Login ke akun Majestic kemudian ketik aged domain tadi, klik Search → pilih tab Backlinks.

2. Dibawahnya klik All untuk menampilkan list backlinks secara keseluruhan.

Mencari backlink profile menggunakan Majestic

 

3. Tekan tombol Export Data untuk mengekspor semua data. Nanti Anda harus mengurutkan kolom berdasarkan Source Trust Flow. Maka agar lebih mudah dalam melakukan sorting, sebaiknya ekspor ke dalam format excel.

4. Ambil dan copy kolom Source URLs yang memiliki nilai Source Trust Flow minimal 20. Inilah yang akan kita jadikan sebagai Start URLs pada TLDrop.

 

Masih bingung? Scroll down untuk melihat tutorial berbentuk video.

 

Mencari Expired Domain Menggunakan TLDrop

Sebelumnya saya sangat merekomendasikan agar proses mencari domain expired dijalankan didalam VPS atau RDP (full administrator). Selain karena lebih cepat, ini tidak akan mengganggu aktifitas Anda yang lain.

Buka TLDrop dan konfigurasikan, berikut adalah konfigurasi yang saya gunakan:

  • Maksimal URLs untuk di crawl 5500.
  • Maksimal domain untuk dicek 7500.
  • Maksimal threads 5.
  • Maksimal perulangan 2.
  • Tanpa proxy..

NB: saya menjalankan TLDrop di Windows Server 2012 dengan 6GB memory.

 

Untuk poin pertama (maksimal URLs ), pertimbangkan dengan kapasitas memori komputer agar terhindar dari memory leak. Karena pada saat melakukan crawling, software akan mengumpulkan ribuan bahkan ratusan ribu URL didalam memori.

  • RAM 6GB, 5000-5500 URLs sudah sangat baik.
  • RAM 4GB, 2000-2500.
  • Kurang dari itu sebaiknya set dibawah 2000.

 

Jika Anda ingin mendapatkan statistik Majestic dan MOZ, pastikan API telah dimasukkan didalam halaman pengelolaan API. Klik disini untuk mempelajari cara membuat API.


1. Kembali ke halaman utama TLDrop, tekan F10 atau klik menu Tugas → Pencarian Domain.

2. Paste semua Source URLs tadi ke dalam field Start URLs. Anda tidak perlu khawatir tentang invalid URL maupun URL yang duplikat, TLDrop akan resolve semuanya sebelum proses berjalan.

3. Mengingat jumlah Start URLs yang tidak sedikit, untuk Crawl Depth sebaiknya diset menjadi 5-7 saja.

4. Klik tombol Crawl dan tunggu hasilnya.


Well, tidak begitu jelek..

Hasil pencarian expired domain

Seperti pada gambar diatas, saya berhasil menemukan branded dropped domain dengan nilai Trust Flow yang lumayan serta nilai Citation Flow yang wajar.

Berdasarkan data dari Wayback, domain terekam sejak tahun 2008. Terlebih domain tersebut memiliki 14 backlink dari educational site.

Dan terakhir yang paling menggembirakan, ketika saya cek ulang di Google, ternyata masih ada sisa index. Artinya domain tersebut tidak terkena penalty di search engine.

Hasil index expired domain di google

 

Update: Sejak versi 1.0.2.1901, Anda bisa mencari domain expired menggunakan keyword yang Anda tentukan sendiri. Jika Anda ingin mencari domain yang memiliki backlink dari situs tertentu, Anda bisa menggunakan footprint sebagai keyword.

Contoh: site:brilio.net

 

Video Tutorial


 

Kesimpulan

Setiap praktisi SEO memiliki strategi masing-masing, Anda pun bisa bereksperimen menggunakan komposisi Anda sendiri. Diatas hanya kebiasaan saya saja, masih banyak variasi lain dalam mencari expired domain yang berkualitas.

Dan perlu ditekankan lagi bahwa parameter metrik yang tadi kita bahas bukan sebuah keharusan. Sebab bagaimanapun juga, metrik yang didapatkan dari pihak ketiga bukan algoritma milik mesin pencari.

Gunakan statistik tersebut sebagai acuan, namun jangan terlalu terpaku. Selalu cek dan cek apakah expired domain yang Anda dapatkan bersih dari bad backlinks.

Yang terakhir, kami sangat senang apabila Anda mau memberi saran sehingga kami bisa mengembangkan TLDrop menjadi lebih baik kedepan!

Tags: #domain #tldrop

No related post!

Tinggalkan pesan "Menggunakan TLDrop untuk Mencari Expired Domain Berkualitas"


Top